Ia juga menekankan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inklusif.
Tantangan Era Digital
Dalam amanat tersebut, Menteri turut menyoroti tantangan di era transformasi digital. Generasi muda diingatkan untuk bijak dalam memanfaatkan teknologi, tidak sekadar sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media belajar dan berinovasi.
“Kemudahan akses informasi harus diimbangi dengan sikap selektif dan tanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada para guru sebagai pilar utama pendidikan. Guru disebut bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing, motivator, dan inspirator bagi peserta didik.
Nilai Luhur Pendidikan
Amanat tersebut juga mengingatkan kembali filosofi Ki Hajar Dewantara yang hingga kini tetap relevan, yakni Ing ngarsa sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani — di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberikan dorongan.
Melalui momentum Hardiknas 2026, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap semangat kolaborasi dan komitmen bersama terus diperkuat demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas serta melahirkan generasi emas Indonesia di masa depan.











