Saham Harita Nickel dijadwalkan debut di Bursa Efek Indonesia pada 12 April 2023. Credit Suisse Group AG, BNP Paribas SA, Citigroup Inc. dan PT Mandiri Sekuritas adalah joint global coordinators IPO ini.
Berdasarkan prospektus, NCKL rencananya akan menggunakan 27,53 persen dari dana IPO untuk membayar utang. Kemudian 2,12 persen untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), 32,27 persen untuk setoran modal dan pinjaman ke entitas anak dan asosiasi, dan 38,08 persen untuk modal kerja.
Sebelumnya Presiden Direktur Trimegah Bangun Persada Roy Armand Arfandy mengatakan minat dari investor besar cukup tinggi terhadap penawaran NCKL.
NCKL berencana membagikan dividen kepada pemegang saham minimal 30 persen dari laba bersih, tergantung pada arus kas dan rencana investasi, hukum dan peraturan Indonesia, serta persyaratan lainnya.
Roy mengatakan NCKL telah membagikan dividen sejak 2012 dan akan kembali membagikan dividen tahun buku 2022 yang akan dibagikan pada 2023.
Trimegah Bangun Persada membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan mencapai Rp9,04 triliun selama periode Januari hingga November 2022. Angka itu naik 17,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.




