Salah satu titik temunya adalah pada tema lagu-lagunya mendayu-dayukan perasaan, tentang rapuhnya hati, galau tingkat dewa: ambyar gaes. Alasan ini juga menjawab kenapa lagu-lagu pop dengan gaya-gaya melayu hingga lagu slow rock lawas asal Malaysia yang kental balad-nya belakangan viral pula mengisi backsound di konten tiktok hingga reel instagram dan facebook. Secara umum lagu-lagu ini mengusung lirik yang menyayat-sayat perasaan karena cintanya yang ambyar. Sering dengar lagu ini kan?
Jika kau bertemu aku begini
Berlumpur tubuh dan keringat membasah bumi
Di penjara terkurung terhukum hanya bertemankan sepi
Bisakah kau menghargai cintaku yang suci ini
Lagu berjudul Tiara ini dipopulerkan di Malaysia awal 1990 an silam, tetapi belakangan amat viral ketika dicover Arffa Affar. Dan banyak lagi lagu jadul Malaysia yang viral kembali setelah dibawakan ulang penyanyi Indonesia, Buih jadi Permadani contohnya.
Sementara di Indonesia sendiri lagu-lagu pop dengan genre ala-ala Melayu serta lirik yang mendayu-dayu itu juga sempat viral, sebut saja salah satu single hits Armada berjudul “Harusnya Aku” yang begitu populer di media sosial hingga para pengamen. Lalu ada single hitsnya Tri Suaka “Aku Bukan Jodohnya. Dan untuk menyebut salah satu yang sukses mendulang pangsa pasar ini adalah kebangkitan Kangen Band lewat single-nya: Cinta Sampai Mati, yang memanen puluhan juta viewer di chanel youtube nya, hanya dalam hitungan bulan.








