Helai Bunga

oleh -247 views

“Jawablah! Apa kau mencintaiku!” dengan teriakan dan hentakan.

Cengkeraman leher itu semakin menguat. Wanita itu semakin tak berdaya. Tangannya tak lagi meronta-ronta. Tubuhnya terasa hampa. Jawaban yang ditunggu pria itu tak pernah ada.

Namun pria itu masih bertanya-tanya tentang perasaan wanita itu. Kini ia hanya bisa duduk dan pasrah meratapi tubuh wanita itu yang tak lagi bernyawa. Ia mengambil sehelai bunga yang berada di suatu tempat di sana.

“Dia mencintaiku, dia tidak mencintaiku….”

Kata pria itu, sambil mencabut kelopak bunganya.

“Dia tidak mencintaiku….” gumamnya lirih pada helai terakhir kelopak bunganya.

Yogi Gumilar penerjemah yang lahir dan tinggal di Tangerang; cerpennya dimuat dalam antologi bersama Antara Praha dan New York (Tacenda, 2022) dan Alisa dan Alasan Mengapa Aku Mencintainya (Shivviness, 2022

No More Posts Available.

No more pages to load.