Serangan tersebut terutama diarahkan untuk menghambat pergerakan pasukan Ansar Allah yang terus memperluas pengaruhnya.
Namun, menurut Baron, serangan udara saja kemungkinan tidak cukup untuk merebut kembali dan mempertahankan wilayah yang telah jatuh ke tangan Houthi.
Diperlukan kekuatan darat yang terpadu untuk benar-benar menguasai kembali wilayah tersebut.
Persoalannya, pasukan Houthi sejauh ini tidak menunjukkan banyak tanda akan mundur.
Tercatat sekitar 129 serangan udara dilaporkan terjadi di wilayah-wilayah yang baru saja jatuh ke tangan Ansar Allah, termasuk kawasan utara tempat Houthi berusaha bergerak menuju Marib, salah satu basis pertahanan penting pemerintah Yaman.
Namun, situasi di lapangan belum berkembang menjadi bentrokan darat dalam skala besar.
Sebagian besar konfrontasi masih berlangsung melalui serangan udara. Jarak antara posisi pasukan pemerintah yang mundur dengan wilayah sekitar pelabuhan Mocha dan Bab al-Mandeb juga membuat kontak langsung menjadi terbatas.
Di tengah tarik-menarik kekuatan militer tersebut, masyarakat sipil kembali menjadi kelompok yang paling rentan.
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan lebih dari 2.000 orang yang melarikan diri dari konflik bersenjata di Yaman telah tiba di pesisir Djibouti.









