Indonesia Kembung

oleh -689 views
Made Supriatma

Perusahaan transport negara, misalnya, karena dia harus melayani semua orang, dengan harga yang terjangkau semua orang, maka biasanya rugi. Atau hidup dengan subsidi negara. Kalau ia untung maka itu karena negara membayar selisih harga sesungguhnya supaya orang berpendapatan rendah juga terlayani. Hal yang sama terjadi dengan PLN. Juga dengan Pertamina.

Secara keseluruhan sumbangan BUMN ini ke APBN itu ya IDR 86,4 triliun tadi. Kalah jauh dari tukang sebul atau perokok yang cukainya menyumbangkan IDR 226,4 triliun ke ke APBN. Perokok adalah pahlawan tanpa tanda jasa, walaupun dalam masa depan akan menjadi beban karena beaya kesehatan para perokok ini akan ditanggung negara secara langsung atau tidak langsung.

Baca Juga  Resmikan Gedung Baru SMPN 13 Tual, Wali Kota Tekankan Pendidikan Berkarakter

Nah, nantinya keuntungan Danantara ini tidak harus disetorkan ke APBN. Jadi keuntungan perusahaan-perusahaan negara ini akan dikelola Danantara juga. Nanti Danantara akan investasi balik ke perusahaan-perusahaan negara atau perusahaan-perusahaan lain yang diperkirakan akan untung.

Lo iki konsepe piye to, Pak Wo? Gini lo. Danantara itu mengelola 844 BUMN. Jelas? Nah, keuntungannya nanti akan diinvestasikan kembali ke BUMN itu; atau diinvestasi keluar negeri. Dengan investasi kembali itu, perusahaan-perusahaan BUMN ini akan jadi besar. Kalau dia besar, dia akan menyerap lapangan kerja, terus mendorong pertumbuhan ekonomi.

No More Posts Available.

No more pages to load.