Dia mengatakan Pertamina bersama dengan Petronas akan mengambil 35% hak partisipasi Blok Masela dari Shell.
“Mereka bareng, untuk ambil 35%. Sekarang sudah ada kesepakatan juga,” tambahnya.
Adapun dia menegaskan, sampai saat ini baru ada dua perusahaan yang akan masuk dalam proyek jumbo Maluku tersebut.
“Baru Petronas dan Pertamina, 2 perusahaan itu,” tandasnya.
Seperti diketahui, Shell Upstream Overseas bakal melepas kepemilikan hak partisipasinya di proyek Lapangan Abadi, Blok Masela. Saat ini Shell memiliki 35% hak partisipasi, sedangkan sisanya 65% dimiliki oleh Inpex Masela.
Proyek senilai US$ 19,8 miliar ini ditargetkan memproduksi 1.600 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas atau setara 9,5 juta ton LNG per tahun (mtpa) dan gas pipa 150 MMSCFD serta 35.000 barel minyak per hari. Proyek ini mulanya diharapkan bisa beroperasi pada 2027, namun kini diperkirakan mundur menjadi 2029.
sumber: CNBC









