Porostimur.com, Jakarta – Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita, seringkali menampilkan gambaran hubungan yang ideal dan sempurna. Namun, di balik citra manis itu, seorang psikolog ternama mengungkapkan adanya “kebohongan terbesar” yang secara signifikan merusak kemampuan pasangan menghadapi konflik secara sehat. Kebohongan ini menyebar luas dan tanpa disadari memengaruhi dinamika hubungan banyak orang.
Dr. Sarah Hensley, seorang psikolog sosial spesialis yang mendedikasikan hidupnya untuk mempelajari ilmu hubungan, telah membantu ribuan klien di ambang perceraian. Ia mengidentifikasi frasa “Jika mereka mau, mereka akan melakukannya” (If they wanted to, they would) sebagai “psikologi pop generik” paling merusak. Frasa ini populer di media sosial, namun dianggap sangat tidak benar karena sebagian besar populasi memiliki gaya keterikatan menghindar-menolak.
Pandangan Dr. Hensley ini menyoroti bagaimana narasi sederhana di media sosial dapat mengabaikan kompleksitas psikologi manusia dan gaya keterikatan yang terbentuk sejak dini. Hal ini menyesatkan pasangan, membuat mereka salah menafsirkan perilaku satu sama lain, dan pada akhirnya merusak upaya untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif. Untuk hubungan yang lebih sehat, pemahaman mendalam sangatlah penting.









