Penjelasan yang disampaikan Abu Bakar Ash-Shiddiq berhasil menjadi penengah di tengah perdebatan para sahabat. Pernyataan beliau jugalah yang mendasari keputusan mengapa Rasulullah SAW dimakamkan di kamar Aisyah RA, tepat di tempat beliau wafat.
Kisah Wafatnya Abu Bakar
Mengutip dari buku Sejarah Peradaban Islam karya Prof. Dr. H. J. Suyuthi, dua tahun setelah meninggalnya Rasulullah SAW, duka kembali menyapa Madinah. Khalifah pertama umat Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq, wafat di usia 63 tahun.
Sepanjang hidupnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq tidak pernah jauh dari sisi Rasulullah SAW. Ia senantiasa setia mendampingi beliau dalam suka maupun duka, termasuk dalam peristiwa hijrah ke Madinah. Kesetiaan yang luar biasa itulah yang membuatnya dianugerahi gelar Ash-Shiddiq, yang berarti ‘Yang Membenarkan’.
Sebelum wafat, Abu Bakar menyampaikan satu permintaan sederhana namun penuh makna, “Kuburkan aku di sisi Rasulullah SAW.”
Kisah Wafatnya Umar bin Khattab
Satu dekade kemudian, tepat pada 4 Zulhijah tahun 23 H, terjadi peristiwa memilukan dan tragis yang meninggalkan luka mendalam bagi sejarah Islam.
Ketika Umar bin Khattab datang ke masjid untuk mengimami salat Subuh, baru saja memulai takbir, seseorang menikamnya dengan belati berkali-kali. Umar seketika roboh bermandikan darah. Ia ditikam oleh seorang budak bernama Abu Lulu’ah.











