Inpex Minta Amandemen Ulang Kontrak Blok Masela

oleh -287 views

“Masela sedang diproses dan kita tahu bahwa itu PSN sehingga Pak Menteri ESDM [Arifin Tasrif] memberikan perhatian khusus untuk memastikan ini bisa ada percepatan,” kata Nanang saat ditemui di Jakarta, Kamis (23/11/2023). 

Nanang menambahkan, pemerintah meminta Inpex bersama dengan konsorsium yang baru untuk mengejar produksi perdana Blok Masela pada 2029. Target itu lebih cepat 3 tahun dari rencana produksi yang disampaikan Inpex bersama dengan mitra awalnya, Shell. 

“Proses PoD itu bagian dari proses menuju percepatan jadi segera diselesaikan di kementerian,” kata dia.  

Blok Masela merupakan salah satu prospek ladang migas terbesar di Indonesia. Produksinya diperkirakan dapat mencapai 1.600 juta kaki kubik per hari (MMscfd) gas atau setara 9,5 juta mtpa dan gas pipa 150 MMscfd, serta 35.000 barel kondensat per hari (bcpd). 

Proyek yang semula diperkirakan menelan biaya investasi hingga US$19,8 miliar itu menjadi aset pengelolaan gas terbesar kedua dari Inpex, setelah Ichthys LNG Project di Australia.   

Baca Juga  Gagalkan Dugaan TPPO, Polresta Ambon Selamatkan 2 Remaja di Pelabuhan Yos Sudarso

Proyek Blok Abadi Masela itu bakal menutupi lebih dari 10% kebutuhan impor LNG tahunan Jepang nantinya. Di sisi lain, proyek itu juga diharapkan dapat menjaga ketahanan pasokan energi di Indonesia, Jepang, dan beberapa negara Asia lainnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.