Intelektual Stempel

oleh -479 views

Mahfud MD pasti sudah ‘’ngelontok’’ pemahamannya mengenai hal ini. Mahfud tahu dengan pasti bahwa DPR sekarang tidak menjalankan fungsi check and balances dengan baik.

DPR sekarang dikuasai oleh koalisi pendukung pemerintah sampai 70 persen lebih. Itulah sebabnya undang-undang apa pun yang disodorkan pemerintah langsung didok oleh DPR.

Perpu Ciptaker sekarang sedang menunggu pengesahan dari DPR. Tidak perlu bertaruh, semua pasti tahu bahwa DPR pasti akan memberikan stempel persetujuan.

Kemana suara para intelektual itu? Mereka sudah bersuara, tetapi hilang di kegelapan malam dan hanya menjadi a cry in the darak, teriakan di kegelapan.

Sementara itu, intelektual tukang stempel punya suara yang lebih keras membela dan mempertahankan kekuasaan.

Baca Juga  SEMMI Malut Soroti Mandeknya Kasus Dugaan Korupsi Speed Boat Dinkes Halsel

Yusril Ihza Mahendra menjadi bagian dari intelektual yang disebut Jimly Asshiddiqie sebagai tukang stempel itu.

Yusril ada di barisan terdepan pembela Perpu Ciptaker. Beberapa intelektual menganggap Jokowi layak di-impeach oleh DPR karena melanggar konstitusi.

Yusril menjadi tameng Jokowi dan mengatakan bahwa perpu sudah berjalan sesuai prosedur, dan tidak ada alasan apa pun untuk meng-impeach Jokowi.

Rezim Jokowi terlihat begitu digdaya sekarang ini. Ultimatum pengunjuk rasa yang akan melakukan pembangkangan sosial, jika perpu tidak dicabut, sama sekali tidak digubris.

No More Posts Available.

No more pages to load.