Investasi Masyarakat Maluku dan Papua di BEI Melonjak 41,59% Selama 2022, Urutan Kedua Nasional

oleh -96 views

Bila ditelaah lebih lanjut, nilai aset saham obligasi dan surat berharga lainnya rata-rata per investor di DKI Jakarta mengalami penurunan sebesar 10,21% menjadi Rp4,55miliar di November 2022 dari sebelumnya Rp5,07miliar di akhir tahun 2021. Hal yang sama dialami pula oleh investor di Bali, NTB, dan NTT, serta Kalimantan. Kenaikan nilai investasi per investor terjadi di wilayah Papua dan Maluku serta Sulawesi, yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 62,27% dan 13,19%.

Nilai Aset Rata-rata Per Investor berdasarkan wilayah di Indonesia

Jika dilihat dari total nilai aset untuk masing-masing investor, maka terjadi penurunan di semua wilayah, kecuali untuk wilayah Papua dan Maluku, yang meningkat sebesar 23,37% menjadi Rp655,41juta di akhir November 2022 dari Rp531,24 juta di akhir tahun 2021.

Baca Juga  Polres Tanimbar Limpahkan WNA China Otak Penyelundupan Manusia ke JPU

Kepala Divisi Hukum KSEI, Ludfiati menambahkan, investor dari berbagai wilayah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam, jika dilihat maka mereka kurang lebih memiliki keseragaman dalam memilih jenis saham untuk berinvestasi. Berdasarkan data, terlihat bahwa saham sektor industri keuangan dan infrastruktur masih merupakan pilihan utama untuk berinvestasi.

“Sementara itu, saham sektor industri produk primer dan non-primer menjadi pilihan lain bagi investor di seluruh wilayah kecuali Sulawesi yang memiliki pilihan lain berupa saham sektor industri bahan baku,” imbuh Ludfi.