Bukti menunjukan bahwa merokok dapat memberikan pengaruh negatif terhadap kesehatan mental, seperti yang ditunjukan dalam beberapa penelitian bahwa, seseorang yang merokok akan mengalami tingkat depresi lebih besar sebanyak 2,93% daripada seseorang yang tidak merokok. Merokok juga dapat menimbulkan efek peningkatan risiko depresi, skizofrenia dan bipolar. Disamping itu, pendapat lainnya yang dikemukakan adalah berhenti merokok dapat memperbaiki kesehatan mental, penelitian menunjukan bahwa seseorang yang berhenti merokok memiliki angka kecemasan dan depresi lebih rendah setelah 6 bulan berhenti merokok.
Walupun demikian, isu kesehatan mental masih minim diperbincangkan dalam upaya untuk pencegahan merokok dan upaya promosi berhenti merokok. Saat ini, ketersediaan layanan berhenti merokok juga masih sangat minim. Layanan upaya promosi berhenti merokok sendiri lebih mengutamakan penyakit tidak menular, seperti hipertensi, stroke dan penyakit tidak menular lainnya, juga mengutamakan layanan untuk penyakit menular seperti tuberculosis, layanan ibu hamil dan menyusui tanpa mempertimbangakn aspek Kesehatan mental.
Olehnya itu, untuk mangatasi masalah tersebut tentunya meningkatkan kesadaran akan isu kesehatan mental dan merokok perlu ditingkatkan. Selain itu, diperlukan suatu kebijakan dan komitmen dalam upaya mengintegrasi klinik berhenti merokok dengan layanan Kesehatan mental.









