Porostimur.com, Teheran – Pemerintah Iran resmi mengajukan tanggapan terhadap proposal terbaru Amerika Serikat terkait upaya mengakhiri konflik yang melibatkan kedua negara bersama Israel.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA, tanggapan tersebut disampaikan melalui Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam proses negosiasi.
Dalam responsnya, Iran menegaskan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung harus difokuskan sepenuhnya pada upaya penghentian perang. Sementara isu lain, termasuk program nuklir Iran, diusulkan untuk dibahas pada tahap berikutnya.
Fokus pada Gencatan Senjata dan Jalur Pelayaran
Media semi-resmi ISNA melaporkan bahwa tanggapan Iran juga menitikberatkan pada jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk Persia, termasuk pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz.
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur vital distribusi energi dunia yang sempat terganggu akibat eskalasi konflik sejak akhir Februari lalu.
Pemerintah Iran menyatakan kesiapan untuk membuka kembali jalur tersebut dengan syarat penghentian agresi secara permanen serta pencabutan sanksi oleh Amerika Serikat.
“Fase awal kesepakatan harus difokuskan pada pelayaran dan sanksi,” demikian pernyataan otoritas di Teheran.
Negosiasi Alot, Isu Nuklir Ditunda
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat telah melakukan negosiasi intensif pada 11–12 April di Islamabad, beberapa hari setelah mediasi gencatan senjata oleh Pakistan. Namun, pembicaraan tersebut belum membuahkan hasil.










