Dua pejabat Barat di kawasan Teluk juga mengatakan para analis menduga Iran menggunakan drone Shahed yang telah dimodifikasi dengan dukungan teknologi Rusia. Dalam salah satu serangan di Riyadh, dua drone dilaporkan digunakan secara berurutan hingga mampu menembus bagian luar kompleks kedutaan. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Reuters juga melaporkan bahwa Rusia sebelumnya disebut telah membantu meningkatkan kemampuan drone Shahed Iran, termasuk melalui sistem navigasi satelit Kometa-M yang diklaim memiliki tingkat akurasi lebih tinggi dan lebih sulit diganggu dibandingkan sistem buatan Iran.
Belum Ada Kesimpulan Resmi
Meski sejumlah indikasi mengarah pada dugaan dukungan Rusia, beberapa sumber intelijen mengingatkan bahwa kemungkinan lain masih terbuka. Salah satunya, Iran mungkin menargetkan kompleks Kedutaan Besar AS secara umum, sehingga fasilitas CIA yang berada di dalamnya ikut terdampak.
Gedung Putih belum memberikan komentar terkait penyelidikan tersebut dan mengarahkan pertanyaan kepada CIA. Sementara itu, CIA menolak memberikan tanggapan.
Di sisi lain, Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kementerian Pertahanan Rusia, dan pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan respons atas permintaan konfirmasi Reuters.









