Awak pertama ditemukan lebih awal, sementara satu awak lainnya disebut berada di belakang garis musuh selama beberapa hari sebelum akhirnya berhasil dievakuasi melalui operasi terkoordinasi yang melibatkan puluhan pesawat dan pasukan khusus.
Perbedaan klaim ini memperlihatkan tajamnya perang informasi di tengah konflik militer yang terus berkembang.
Iran Tunjukkan “Bukti”, Narasi Kemenangan Dikuatkan
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, turut memperkuat klaim Teheran dengan mengunggah gambar yang disebut sebagai puing-puing pesawat Amerika di media sosial X.
Media pemerintah Iran juga menyiarkan rekaman yang diklaim menunjukkan jatuhnya pesawat C-130 serta dua helikopter Black Hawk. Narasi ini diperkuat oleh kantor berita Fars yang menyebut pesawat tersebut dihancurkan saat menjalankan misi pencarian pilot AS yang hilang.
Langkah ini dinilai sebagai upaya Iran membangun persepsi kemenangan di tengah tekanan militer yang terus berlangsung sejak dimulainya operasi gabungan AS dan Israel.
Kerugian Militer dan Rangkaian Insiden
Laporan CNN mengungkap bahwa hingga awal April 2026, Amerika Serikat telah kehilangan setidaknya tujuh pesawat berawak dalam konflik dengan Iran.
Dua di antaranya adalah jet tempur yang ditembak jatuh dalam satu hari, yakni satu F-15 dan satu A-10. Selain itu, insiden lain juga memperpanjang daftar kerugian, termasuk jatuhnya pesawat tanker KC-135 Stratotanker di Irak yang menewaskan enam personel militer.










