Kaitkan dengan Serangan Kuwait
Di hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim bahwa rudal yang menghantam Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait bukan berasal dari Iran, melainkan dari sistem pertahanan Patriot milik Amerika Serikat yang gagal mencegat serangan.
Namun, kembali CENTCOM menepis klaim tersebut dan menyebut Iran sebagai pihak yang secara sengaja menargetkan bandara Kuwait.
“Klaim itu salah. Iran menargetkan bandara dalam serangan yang disengaja, terencana, dan tidak dapat dibenarkan,” tegas CENTCOM.
Kuwait Kecam Serangan
Pemerintah Kuwait turut angkat bicara dengan membantah bahwa wilayah udaranya digunakan oleh Amerika Serikat untuk menyerang Iran.
Sebaliknya, Kuwait menyatakan bahwa serangan terhadap Bandara Internasional Kuwait dilakukan oleh Iran menggunakan rudal dan drone, yang mengakibatkan korban jiwa dan puluhan luka-luka.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud al-Otayan, mengutuk keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “agresi kriminal Iran”.
Rekaman video yang beredar menunjukkan kerusakan parah di terminal bandara, termasuk atap yang runtuh, kebakaran, serta kepulan asap tebal di area fasilitas.
Ketegangan Terus Meningkat
Eskalasi terbaru ini memperlihatkan semakin tajamnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, dengan masing-masing pihak saling melontarkan klaim dan bantahan.











