Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres menyebut dialog ini membuka ruang untuk mencegah kembalinya konflik terbuka.
Utusan pribadi PBB, Jean Arnault, yang saat ini berada di Teheran, akan tetap berada di kawasan untuk mendukung upaya diplomatik, meski tidak secara khusus dikirim ke Islamabad.
Delegasi Iran dan AS Menuju Islamabad
Delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Islamabad untuk memulai perundingan. Rombongan itu turut diikuti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, pejabat pertahanan Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS J.D. Vance juga dalam perjalanan menuju Islamabad dan menyatakan kesiapan Washington untuk bernegosiasi dengan itikad baik, selama Iran menunjukkan sikap serupa.
Syarat Iran dan Tekanan Konflik Regional
Sebelum keberangkatan, Ghalibaf menegaskan dua syarat utama agar perundingan dapat dimulai, yakni penghentian serangan Israel terhadap Lebanon dan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Sementara itu, Benjamin Netanyahu dilaporkan tetap melanjutkan serangan di Lebanon meski sebelumnya diminta Trump untuk meredam eskalasi.
Konflik tersebut telah menelan korban besar. Sekitar 1.800 orang dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak eskalasi meningkat, termasuk lebih dari 300 korban dalam satu hari, yang memicu protes luas, bahkan dari sekutu AS di Uni Eropa.











