Dalam pernyataan tersebut, Ben Gvir menekankan bahwa video yang bocor itu merupakan “fitnah” terhadap militer Zionis. “Pentingnya melakukan investigasi secara profesional untuk mengungkap kebenaran sepenuhnya terkait kasus yang berujung pada fitnah darah terhadap tentara IDF (militer),” katanya.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan dakwaan apa yang dihadapi Tomer-Yerushalmi.
Pada hari Senin (3/11/2025), Channel 12 melaporkan bahwa polisi menduga Tomer-Yerushalmi tidak berniat bunuh diri dan dia justru berpura-pura menghilang untuk menyingkirkan ponselnya, yang mungkin berisi informasi yang membahayakan.
Beberapa media Israel melaporkan bahwa dia meninggalkan sepucuk surat yang dapat diartikan sebagai catatan bunuh diri.
Pada Jumat lalu, militer Israel mengumumkan bahwa Tomer-Yerushalmi telah mengundurkan diri dari jabatannya sambil menunggu penyelidikan atas rekaman yang bocor yang diambil di pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan tahun lalu.
Kasus ini bermula pada Agustus 2024 ketika Channel 12 Israel menyiarkan rekaman dari Sde Teiman, yang telah digunakan untuk menahan warga Palestina yang diculik selama perang di Gaza.
Rekaman kamera pengawas pada saat itu menunjukkan bahwa tentara telah melakukan tindakan terlarang, tanpa menunjukkannya secara eksplisit, karena tampaknya terjadi di belakang pasukan yang memegang perisai.









