Video tersebut dimuat oleh beberapa media, dan kasus ini memicu kemarahan dan protes dunia internasional terhadap Israel.
Militer Israel mengatakan pada bulan Februari bahwa mereka telah mengajukan tuntutan terhadap lima tentara cadangan yang terkait dengan penganiayaan di Sde Teiman.
Pernyataan tersebut mengatakan, “Mereka didakwa bertindak terhadap tahanan dengan kekerasan berat, termasuk menusuk pantat tahanan dengan benda tajam, yang telah menembus dekat rektum tahanan.”
Ditambahkan pula, “Tindakan kekerasan tersebut telah menyebabkan cedera fisik yang parah pada tahanan, termasuk tulang rusuk yang retak, paru-paru yang tertusuk, dan robekan rektum bagian dalam.”
Dakwaan tersebut mengatakan bahwa penganiayaan tersebut terjadi pada 5 Juli 2024, saat penggeledahan terhadap tahanan, yang dibawa ke area yang berdekatan dengan penjara, dengan mata tertutup dan tangan diborgol.
Laporan media Israel menyebutkan sejumlah bukti yang dikumpulkan selama penyelidikan, termasuk rekaman dari kamera pengawas dan dokumen medis.
Pada Oktober 2024, sebuah komisi PBB menemukan ribuan tahanan Palestina menjadi sasaran penyiksaan yang meluas dan sistematis di kamp-kamp militer dan fasilitas penahanan Israel yang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan berupa penyiksaan.









