Begitu pula dengan anak-anak.
Mereka tidak selalu meminta kita menjadi penyelamat. Mereka tidak membutuhkan pidato yang panjang ataupun janji yang megah. Mereka hanya membutuhkan orang-orang dewasa yang bersedia berhenti sejenak, duduk bersama mereka, membuka sebuah buku, mendengarkan cerita, dan menganggap suara mereka sebagai sesuatu yang penting.
Karena sesungguhnya isu anak tidak pernah kekurangan suara.
Yang selama ini kurang adalah telinga yang benar-benar mau mendengarnya.
Dan mungkin, itulah pekerjaan terbesar kita sebagai orang dewasa: bukan berbicara lebih keras atas nama anak-anak, melainkan menghadirkan tindakan yang membuat mereka tidak perlu lagi berteriak untuk didengar. (**)









