IWPG Desak Militer Myanmar Hentikan Kekerasan Terhadap Warga Sipil

oleh -43 views

Untuk diketahui, IWPG adalah LSM berstatus konsultatif khusus dengan ECOSOC PBB dan berkantor pusat di Korea Selatan. Untuk mengembangkan aktivitas perdamaian dengan wanita di seluruh dunia, “Handwritten Letters of Peace” (Surat Tulisan Tangan untuk Perdamaian) ini telah dikirim ke 191 negara.

Berikut Pernyataan IWPG tentang Kekerasan Berdarah di Myanmar:

Militer Myanmar mengerahkan kekuatan untuk meredam unjuk rasa tanpa kekerasan yang dilakukan oleh warga Myanmar yang dimulai pada Februari 2021, dan bahkan sampai saat ini, banyak rakyat Myanmar terluka dan meninggal dunia. Hal ini sangat mengejutkan bagi komunitas internasional.

IWPG dan seluruh anggota IWPG dari seluruh dunia menghibur para korban, mengkhawatirkan tentang kekerasan berdarah ini.

Kehidupan manusia tidak boleh diabaikan dengan alasan apapun, dan kekerasan yang mengorbankan nyawa manusia tidak dapat diterima untuk tujuan apapun.

Baca Juga  BPS Maluku Tenggara Tegaskan Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan Daerah

Dengan keprihatinan mendalam atas pelanggaran hak asasi manusia dan pertumpahan darah rakyat Myanmar, kami mendesak militer Myanmar dan pengunjuk rasa untuk menyelesaikan situasi dengan cara
tanpa kekerasan, bukan dengan kekerasan melainkan dengan cara damai.

Kami, IWPG, akan bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil perempuan di seluruh dunia untuk perdamaian di Myanmar, dan akan terus mendesak komunitas internasional untuk memastikan bahwa warga
Myanmar memiliki hak asasi untuk hidup. Kami berharap situasi saat ini dapat diselesaikan secepatnya melalui dialog dan kesepakatan berdasarkan rasa saling menghormati dan pengertian, dan kami akan secara aktif menginformasikan situasi di Myanmar kepada publik di seluruh dunia.