Setelah dibakar, daging ular kemudian dimasak bersama santan dan diberi berbagai rempah-rempah.
“Daging itu dibakar hingga darahnya kering, kemudian dibuat pakai santan dan dicampur dengan berbagai rempah-rempah daun,” jelasnya.
Daging ular di Tomohon juga biasa disajikan untuk makanan pesta atau acara tertentu. Pandeirot pun mengaku ia lebih sering mengonsumsi daging ular saat disajikan pada sebuah pesta dibanding membelinya sendiri.
“Kadang-kadang makan, dan jarang beli kebanyakan orang kasih,”pungkasnya. (red/dtc)




