“Jalan ini mungkin membuka konektivitas, tapi arahnya bukan menuju rumah rakyat—melainkan gerbang tambang nikel yang terus menelan hutan, laut, dan ruang hidup warga Halmahera,” pungkas Mubalik Tomagola. (red/sentranews)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










