Jejak Rindu di Samudera

oleh -1,054 views

“Ibu pasti senang melihatku datang menemuinya,” desis Marsh. Ayahnya hanya mengangguk. “Mengapa ayah tak menyimpan nomor telepon ibu? Aku kan bisa menghubunginya untuk memberi kabar tentang kedatanganku.”

“Ayah hanya menyimpan alamatnya,” ucap ayahnya lirih, “jaga diri baik-baik selama di kapal. Tidur dan istirahatlah yang cukup. Meskipun kau sudah remaja, tapi kau masih seperti gadis kecil milik ayah yang dulu.”

“Baiklah!” balas Marsh. “Kewajibanku tak berat. Hanya mengurusi dapur. Ayah juga harus jaga kesehatan. Jangan terlalu lelah mengurus galeri seni.”

“Tunaikan tugasmu untuk negara sebaik-baiknya. Selesai bertugas, seperti amanah yang disampaikan pemerintah; tuntaskan kuliahmu.”

Obrolan di New Orleans, Louisiana, bersama ayahnya, terus berkelindan menyusup ke lipatan ingatan Marsh. Kisah-kisah ibunya tersimpan rapi dalam memorinya. Selembar foto ibunya disimpan Marsh dalam kotak kecil berbahan kayu mahoni.

Baca Juga  Inggris Singkirkan Norwegia Lewat Extra Time, Brace Bellingham Antar The Three Lions ke Semifinal

USS Germantown yang mengangkut ratusan prajurit angkatan laut dan marinir Amerika itu mengambang, mengiris samudera, menuju Asia Tenggara. Betapa luas jelajah USS Germantown, tapi Marsh merasai ruang sempit di sekitarnya. Ia hanya hidup pada lingkup kamar di sebuah dek, dapur umum, dan tentu saja kenangan. Pagi dan siang ia menyiapkan kudapan dan menu utama untuk para prajurit. Di shift lainnya, ia bisa berganti tugas pada siang dan malam.

No More Posts Available.

No more pages to load.