“Operasi pasar akan dilakukan di pasar tradisional utama seperti Pasar Mardika, Pasar Waiheru, serta di beberapa kabupaten seperti Seram Bagian Timur, Seram Bagian Barat, dan Kepulauan Aru,” jelasnya.
Dalam operasi pasar tersebut, pemerintah akan menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang telah ditetapkan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), antara lain beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, daging sapi, serta ikan segar.
Jumlah persediaan yang disiapkan disebut mencapai puluhan ton untuk setiap komoditas, dengan target mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama 45 hari menjelang hingga saat perayaan hari raya.
Antisipasi Penimbunan dan Arus Mudik
Selain itu, Johan juga meminta pemerintah membuka titik operasi pasar tambahan di wilayah terpencil yang sering mengalami kesulitan akses barang dan kenaikan harga yang lebih tinggi dibanding daerah lain.
“Kita juga akan membuka titik operasi pasar tambahan di daerah-daerah terpencil. Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan melakukan pendataan secara berkala untuk memastikan ketersediaan dan harga tetap konsisten,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya pengawasan untuk mencegah pihak tertentu memanfaatkan momentum hari raya dengan melakukan penimbunan barang atau menyebarkan isu keterlambatan pasokan yang dapat memicu kepanikan di masyarakat.









