“Jadi kita lihat benar, di tiap-tiap kabupaten itu beberapa yang nyata ada di situ. Dan itulah yang menjadi fokus kita lebih banyak,” tegasnya.
“Memberikan porsi yang lebih kepada kabupaten yang mungkin tertinggal. Nah, di situ pun standar kesehatan jasmani dan psikologi kami sesuaikan. Tidak serta merta berpegangan pada standar yang berlaku secara nasional,” pungkasnya. (akib)










