Pada hari Senin, Swedia mengumumkan akan mengikuti langkah Inggris tersebut.
“Kita sekarang harus terlebih dahulu merundingkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan yang menghormati hukum internasional, yang menghormati Ukraina dan yang pertama dan terutama memastikan Rusia tidak dapat begitu saja mundur, membangun kekuatan baru dan menyerang Ukraina atau negara lain hanya dalam waktu beberapa tahun,” kata Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard.
“Setelah perdamaian seperti itu terwujud, kita perlu memastikannya dapat dipertahankan dan kemudian pemerintah kita tidak mengecualikan apa pun,” paparnya.
Moskow telah berulang kali menekankan bahwa penyelesaian damai hanya mungkin jika Barat mengatasi “akar penyebab” konflik, seperti rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO dan ekspansi aliansi tersebut yang terus berlanjut ke arah timur.
Vassily Nebenzia, utusan Rusia untuk PBB, mengatakan awal bulan ini bahwa hanya Dewan Keamanan PBB yang dapat mengizinkan pengerahan pasukan penjaga perdamaian, dan memperingatkan bahwa Rusia akan memperlakukan setiap unit militer asing yang tidak mendapat dukungan PBB sebagai target yang sah.
Presiden AS Donald Trump telah berjanji untuk segera mengakhiri perang Rusia-Ukraina dan telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan kontak diplomatik dengan Moskow yang dibekukan secara de facto pada tahun 2022.




