“Dari dulu juga mestinya serius. Mestinya pusat dan pemda bahu membahu menangani Covid-19,” katanya.
Akibat banyak kebijakan yang tumpang tindih dan paradoks, seperti mudik dilarang, tapi tempat wisata dibuka. Akhirnya begitu kasusnya meningkat tempat pariwisata ditutup lagi. Mestinya dari awal jangan dibuka,” ucapnya.
(red/rmol/pojoksatu)





