Kecam Sikap PT NHM, Ketua SMIT: Kritik Rakyat Jangan Dibalas Ancaman Hukum

oleh -5 Dilihat
Ketua SMIT Mesak Habari, menilai perbedaan pendapat antara perusahaan dan masyarakat semestinya diselesaikan melalui keterbukaan data, dialog dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dengan pendekatan hukum yang berpotensi membungkam suara kritis.

Porostimur.com, Ternate — Solidaritas Muda Indonesia Timur (SMIT) menyatakan berdiri bersama perjuangan Gempur Kao dan mengecam sikap kuasa hukum PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) yang dinilai menggunakan ancaman hukum untuk merespons kritik dan tuntutan masyarakat.

Ketua SMIT Mesak Habari, menilai perbedaan pendapat antara perusahaan dan masyarakat semestinya diselesaikan melalui keterbukaan data, dialog dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dengan pendekatan hukum yang berpotensi membungkam suara kritis.

“Rakyat bukan kriminal, hanya karena mengkritik dan menuntut haknya. Kalau yang dipersoalkan adalah angka, jawab dengan angka. Kalau ada data yang dianggap salah, bantah dengan data. Jangan kritik rakyat dibalas dengan ancaman pidana,” kata Mesak.

Baca Juga  HUT ke-81 RI di Aboru, Pangdam Pattimura Tegaskan Perhatian Negara Harus Sampai ke Pelosok

Menurutnya, perusahaan harus memahami bahwa ruang demokrasi memberikan hak kepada masyarakat untuk menyampaikan kritik dan memperjuangkan kepentingannya sepanjang dilakukan sesuai koridor hukum.

SMIT: NHM Harus Hadapi Kritik dengan Data

Mesak menilai PT NHM seharusnya membuka ruang dialog dengan masyarakat, buruh dan vendor yang memiliki kepentingan langsung terhadap aktivitas perusahaan.

Ia mengingatkan agar pendekatan kekuasaan tidak menjadi cara utama menghadapi kritik masyarakat.

No More Posts Available.

No more pages to load.