Kadis Kesehatan Kota Ambon Sebut Komandan Brimob Meninggal Karena Covid-19

oleh -681 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy, menerangkan bahwa salah satu Komandan Brimob Maluku yang meninggal dunia, bukan disebabkan oleh Vaksin tetapi karena Covid-19.

Hal ini disampaikan Wendy Pelupessy, kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (5/4/2021) kemarin.

“Jadi soal kematian itu bukan karena Vaksin tetapi disebabkan oleh Covid-19, hingga sekarang yang befsangkutan dilaporkan meninggal karena Covid,” ujar Pelupessy.

Menurut Pelupessy, sejauh ini Vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan Astrazeneca, tetapi dari pemerintah sudah diinstruksikan untuk memakai Astrazeneca, tetapi kalau sudah di Vaksin dengan Sinovac tahap keduanya tetap disuntik dengan Sinovac.

Link Banner

Wendy bilang, memang dari kedua vaksin ini ada gejala-gejala ringan, dan semua vaksin pasti ada gejala-gejalanya, namun sebagian besar gejala ringan.

Baca Juga  Penahanan Ambroncius Nababan, Polisi: Kritik Berbeda dengan Rasisme

“Awal kita menggunakan Sinovac juga terdapat gejala ringan pada nakes yang mendapatkan gejala ringan seperti pusing, keram dan sakit di tempat suntikan bahkan ada yang bengkak di area suntikan, Astrazeneca juga seperti itu, namun sebagian besar itu tipe ringan, yang setengah jam dapat teratasi,” tukasnya.

Wendy juga bilang, dari hasil uji balai POM, tingkat keamanan Astrazeneca sama dengan Sinovac.

“Pemerintah tidak mungkin mencelakakan masyarakatnya sendiri, kalau dianggap tidak aman,” terangnya.

Dikatakan, selama ini dari kementrian, yang dilaporkan adalah pusing, demam, nyeri di tempat suntikan tapi bisa teratasi.

Pelupessy juga mengatakan, hal ini sama dengan kasus di Manado. di Manado juga ternyata setelah dilihat itu hanya tipe-tipe ringan. Karena itu di Manado sudah digunakan kembali astrazeneca.

Baca Juga  Jelang Harlah Ke-25, Perhimpunan Kanal Maluku Gelar Aksi Bersih dan Tanam Pohon di Air Besar Ambon

Bahkan pelupessy juga menjelaskan terkait meninggalnya Komandan Brimob, disebabkan oleh covid, dan kemarin dilaporkan oleh karumkit hasil TCMnya positif, dan dia sesak nafas dan itu juga merupakan ciri-ciri dari Covid.

“Semua Brimob divaksin dengan Astrazeneca dari sekian ribu yang telah divaksin, semua yang lain aman,” tutupnya. (nicolas)