Oleh: Tarmidzi Yusuf, Kolumnis
“Jika engkau tidak malu, berbuatlah sesukamu.’ [HR. Bukhari]
Pepatah ini populer di tengah masyarakat. “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”. Menurut pepatah ini perilaku, sifat, atau kebiasaan seorang anak tidak akan jauh berbeda dari orang tuanya.
Itulah gambaran Gibran Rakabuming Raka dan Joko Widodo alias Jokowi. Bapak dan anak sama. Sama-sama tidak jelas ijazahnya. Sama juga ngeyelnya. Sudah ketuk palu oleh Mahkamah Konstitusi masih saja merasa benar.
Gibran baru-baru ini merespon putusan Mahkamah Konstitusi No 01 tahun 2026 tanpa dosa dan malu berkata, “Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” katanya seperti dikutip dari beberapa media.
Persis dengan Bapaknya, Jokowi. Bukan datang ke pengadilan menunjukkan ijazah seperti yang ia janjikan malah beberapa pihak yang menggugat dugaan ijazah palsu Jokowi menjadi tersangka.
Orang yang tidak memiliki sifat malu akan kehilangan kendali diri sehingga mudah melakukan perbuatan tercela, akhlak buruk, serta senang bikin gaduh masyarakat.
Hal itu bisa kita lihat respon Jokowi dan Gibran terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi No 01 tahun 2026 yang menyatakan bahwa Mahkamah Konstitusi tidak menemukan bukti meyakinkan bahwa Gibran Rakabuming Raka memiliki ijazah, sertifikat, atau diploma setara SMA dari luar negeri yang disetarakan.











