Kanjeng Doktor

oleh -5 Dilihat

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura

Dari kemarin Group WA yang saya ikuti dipenuhi oleh soal Bahlil. Orang mempersoalkan mengapa dia bisa menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 1,5 tahun. Ini dianggap diluar batas kewajaran.

Orang mulai mengulik semua hal tentang prestasi akademik Bahlil. Bagaimana dia sebenarnya tidak tamat S2 tetapi bisa langsung ke S3. Disertasinya pun dipersoalkan. Mulai dari dugaan bahwa itu dikerjakan oleh orang lain hingga ke plagiarisme karena hampir identik dengan skripsi S1 di sebuah universitas di Jakarta.

Kalau soal S1 langsung lompat ke S3 saya tidak terlalu mempersoalkan. Saya tahu bahwa ada kawan yang hanya berbekal ijasah SMA diterima langsung S3 di perguruan tinggi Ivy League Amerika. Dan dia menyelesaikan studinya dengan cemerlang. Dari sejak awal dia dikenal sebagai seorang intelektual publik dengan kapasitas teoritik yang sangat mumpuni.

Saya mendapat kabar bahwa Senat Akademik Universitas Indonesia, dimana Bahlil menyelesaikan studinya akan menyelidiki masalah ini. Kalau ditemukan pelanggaran ada kemungkinan gelar doktoral Bahlil akan dicabut.

No More Posts Available.

No more pages to load.