Persoalannya disini bukan hanya pada Bahlil saja. Bahli bahwa hanya pelengkap. Saya kira, yang bertanggung jawab adalah promotor dan ko-promotornya. Juga dewan penguji yang meloloskannya. Jika ada unsur plagiarisme, saya kira semua mereka yang terlibat dalam pemberian gelar doktor ini harus bertanggung jawab. Mereka semua mempertaruhkan kredensial akademik mereka saat meloloskan dan memberikan predikat doktor kepada Bahlil.
Bahlil akan tetap kaya dan berkuasa tanpa gelar doktor. Tapi dunia akademik hancur lebur karena praktek-praktek tidak bertanggung jawab memberikan gelar doktor kepada yang tidak berhak dan tidak memiliki kualifikasi menerimanya. (*)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










