Kapal Ferry Ambon – Namlea Tunda Berlayar Akibat Cuaca Ekstrem

oleh -99 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Kapal ferry rute Galala Ambon – Namlea, Kabupaten Buru dilaporkan menunda keberangkatannya.

Hal itu disebabkan karena cuaca ekstrem yang melanda dan diperingatkan langsung oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Ambon.

“Iya, hari ini tidak jadi berangkat karena sudah ada peringatan langsung dari BMKG,” kata General Manager (GM) PT. Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ambon, Anton Murdianto,sebagaimana dilansir dari koreri.com, Selasa (28/6/2022).

Ia mengatakan keberangkatan kapal ferry Galala harus menunggu informasi resmi dari BMKG kembali.

“Kami tetap tunggu informasi dari BMKG sebagaimana yang telah disampaikan,” ucapnya.

Anton mengatakan pembatalan keberangkatan ferry Galala ini, tidak ada satu pun penumpang yang mengeluhkan kebijakan ini. “Sampai sekarang Insya Allah tidak ada,” ujar Anton.

Baca Juga  Jelang HUT RI Ke-76, M.O.C Bagi-Bagi Masker Di Kota Ambon

Menurutnya, bagaimana pun keselamatan tetap dinomorsatukan mengingat cuaca yang tidak mendukung. Apa lagi rute laut, sangat rawan ombak.

“Keselamatan nomor satu, mengingat cuaca yang kurang mendukung maka lebih baik keberangkatan kita tunda untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

Penundaan keberangkatan itu berdasarkan peringatan dari BMKG Stasiun Maritim Ambon, terkait prakiraan cuaca wilayah pelayaran hari ini.

Peringatan dini tersebut terkait gelombang tinggi yang berlaku sejak 27 Juni 2022 kemarim, terhitung pukul 09.00 WIT hingga hari ini 28 Juni 2022. Keberangkatan kapal dengan tujuan Namlea dari pelabuhan Galala akan diinformasikan lebih lanjut sambil menunggu keadaan gelombang laut.

Tinggi gelombang diduga terjadi 1,25 meter hingga 2,50 meter (sedang), berpeluang terjadi di Laut Seram Bagian Barat (SBB), perairan Kepulauan Kei hingga perairan Kepulauan Aru.

Baca Juga  Jumlah Konfirmasi Positif Mingguan di Maluku, Paling Tinggi Terjadi di Kota Ambon

Kemudian, tinggi gelombang 2,50 meter hingga 4 meter (tinggi) berpeluang terjadi di perairan Buru, perairan Ambon Lease, perairan selatan Pulau Seram, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata-Leti, Perairan Kepulauan Babar, Perairan Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru.

(red/koreri)