“USS Harry S. Truman (CVN 75) kehilangan sebuah F/A-18E Super Hornet yang ditugaskan ke Strike Fighter Squadron (VFA) 136 dan sebuah traktor penarik saat kapal induk tersebut beroperasi di Laut Merah, 28 April. Semua personel telah diketahui keberadaannya, dengan seorang Pelaut mengalami cedera ringan.
F/A-18E sedang ditarik secara aktif di hanggar ketika kru yang bergerak kehilangan kendali atas pesawat tersebut. Pesawat dan traktor penarik tersebut jatuh ke laut.
Pelaut yang menarik pesawat tersebut segera mengambil tindakan untuk menjauh dari pesawat tersebut sebelum jatuh ke laut. Investigasi sedang dilakukan.
Grup Serang Kapal Induk Harry S. Truman dan sayap udara yang diterjunkan tetap mampu menjalankan misi sepenuhnya.
Grup serang tersebut terdiri dari kapal induk Harry S. Truman, sembilan skuadron dari Sayap Udara Kapal Induk 1, tiga kapal perusak berpeluru kendali dari Skuadron Perusak 28, dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga USS Gettysburg (CG 64).”
Tidak diketahui apakah ada senjata atau perlengkapan lain yang dimuat di pesawat yang tenggelam di Laut Merah tersebut.
Tidak diketahui juga apakah Angkatan Laut sudah berencana untuk mencoba menyelamatkan jet tempur itu.
Menurut Angkatan Laut AS, satu unit jet tempur F/A-18 Super Hornet harganya USD60 juta atau lebih dari Rp1 triliun.









