Kapolres Kaget, Dua Tahun Kasus OTT Belum Terungkap

oleh -77 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Kepala Kepolisian Resort Pulau Sula, AKBP, Tri Yulianto, mengaku kaget dengan adanya kasus Operasi Tangkap Tangan (OOT) yang melibatkan sejumlah pejabat jalan di tempat, sejak Tahun 2017 lalu.

Kepada wartawan di Mapolres Sula, Senin (1/7), Mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Malut ini mengaku kaget apalagi setelah dirinya mendengar ada tersangka dalam kasus tersebut yang sudah ditahan namun kini bebas berbaur dengan masyarakat.

“Ok baik. Ini terima kasih rekan-rekan atas informasinya. Ini barang baru dan saya akan cek dulu,” ucapnya ketika ditanyai sejumlah wartawan.

Tri Yulianto mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah-langkah penanganan.

Kapolres juga mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang telah menyampaikan informasi tersebut

Baca Juga  Presiden Jokowi Tinjau Posko Pengungsi Korban Gempa di Ambon

“Ini akan menjadi perhatian penuh Saya. Terima kasih kawan-kawan wartawan dan silahkan di follow up”, tukas Tri.

Untuk diketahui, kasus OTT yang dilakukan Polres Kepulauan Sula sejak 2017 lalu, hingga kini prosesnya masih kabur, alias tidak mengalami kemajuan.

Kasus ini mengemuka karena melibatkan oknum pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sula.

Para pelaku bahkan sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun kasusnya belum sampai ke Pengadilan.

Berkas kasus ini hanya bolak-balik dari polisi ke jaksa.

Rumor di masyarakat bahwa kasus ini tersendat penanganannya, karena diduga ada kong kali kong.

Dari informasi yang dihimpun menyebutkan, pihak Kejari Kepsul sudah mengembalikan berkas dengan petunjuk P19 berupa permintaan rekaman pembicaraan sejumlah tersangka.

Baca Juga  Khansa, Bocah Indonesia yang Taklukkan Gunung Kilimanjaro

Namun yang dilampirkan penyidik Polres Kepsul hanya pesan singkat dalam handphone sejumlah saksi dan tersangka.

Kasus OTT ini sendiri, terjadi pada Sabtu, 8 Juli 2017, atas dugaan pungutan liar, melibatkan sejumlah pejabat saat ini yakini Kepala Dinas PU Kepsul berinisial IK alias Ikram, mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepsul berinisial MI alias Maun, Kabid Laut dan Udara Dishub Kepsul berinisial YF alias Yusman, Kasubag Renkeu Dinas PU berinisial MA alias Ari, Bendahara Dishub Kepsul berinisial L, staf Sekretariat DPRD Kepsul berinisial YU alias Yeti, dan anggota DPRD Kepsul YK alias Yukir.

Penangkapan tersangka itu terkait dengan Laporan Hasil Penghitungan (LHP) 2016. Hasil temuan itu ditindaklanjuti dengan pembentukan pansus. Belakangan diketahui rapat pansus tidak dilakukan di kantor namun di rumah oknum anggota DPRD. Pansus kemudian meminta mahar kepada dinas yang masuk dalam temuan.

Baca Juga  KBO Intel Polres Kepsul Jadi Pembicara Kekerasan Terhadap Anak

Pasca penangkapan, mereka langsung ditahan sesuai dengan surat perintah penahanan masing-masing tersangka yakni, IK nomor: SP HAN/37/VIi/2017/Reskrim, MI nomor: SP HAN/38/VII/ 2017/Reskrim, YF nomor: SP HAN/39/VII/2017/Reskrim, MA nomor: SP HAN/340/VII/ 2017/Reskrim, L nomor: SP HAN/41/VII/2017/Reskrim, dan tersangka YU nomor: SP HAN/42/VII/2017/Reskrim, tertanggal 14 Juli 2017 Polres Kepulauan Sula. (raka).