Kejati Maluku Tutup Kasus Dugaan Gratifikasi Istri Bupati Malra

oleh -51 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menghentikan pengusutan sejumlah kasus dugaan korupsi karena tidak cukup bukti saat penyelidikan pidsus.

Kasus dugaan gratifikasi Eva Elia yang merupakan istri Bupati Bupati Maluku Tenggara M. Taher Hanubun, termasuk dalam penghentian pengusutan tersebut, karena berdasarkan penyelidikan pihak Kejaksaan Tinggi, tidak cukup bukti adanya dugaan gratifikasi dalam kasus tersebut.

Penegasan ini disampaikan Kajati Maluku Rorogo Zega, Kamis (22/7/2021) kemarin.

“Kemudian gratifikasi istri Bupati Malra dimana telah diperiksa pihak-pihak terkait terhadap 24 orang dari dinas terkait. Dan seluruh kadis tidak ada yang bisa berikan keterangan memberikan gratifikasinya kepada terlapor atau pejabat terkait lainnya. Maka perkara ini pun kita tutup,” kata Rorogo Zega kepada wartawan di Lantai II, kantor Kejati Maluku, Kamis

Zega menandaskan hal ini perlu disampaikan mengingat informasi sejumlah kasus atau perkara dugaan korupsi yang ditangani Kejati Maluku sudah menjadi konsumsi masyarakat.

Baca Juga  Banmus DPRD Maluku Sepakat Bentuk Pansus LKPJ Gubernur Tahun 2020

“Supaya masyarakat tidak datang pagi  (demo), siangnya pihak sebelah. Lalu datang pihak lain lagi. Semoga lewat informasi ini sudah jelas semuanya,” ujarnya.

Selain kasus gratifikasi tersebut dua kasus lain ikut dihentikan. Yakni kasus dugaan korupsi mesin simulator Politeknik Negeri Ambon.

Zega menjelaskan, tim pidsus Kejati tidak menemukan bukti yang cukup untuk menaikan kasusnya ke tingkat penyidikan.

Pengadaan mesin tersebut sudah sesuai kontrak tidak ada keterlambatan dalam pengadaannya.

Hanya terkendala pelatihan oleh pihak penyedia yang barang belum dilakukan, karena pandemi Covid.

“Kemudian kasus damkar Kabupaten MBD.  Sampai hari ini belum ditemukan indikasi kerugian negara,” katanya.

Selain tiga kasus ditutup pengusutannya, namun menurut Rarogo Zega tidak  dilakukan terhadap kasus lainnya. Bahkan sejumlah kasus naik penyidikan, sisa menunggu hasil audit kerugian negara oleh lembaga auditor berwenang.

Baca Juga  Serangan Personal Terhadap Najwa Shihab, Bukti Rejim Jokowi Kian Kalap

Bahkan ada perkara yang telah bergulir di tingkat penuntutan maupun yang sudah disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

Sementara sejumlah tersangka sudah ditahan, ada juga yang harus dijemput paksa setelah dipanggil tiga kali tapi tak datang.

(red/katim)

No More Posts Available.

No more pages to load.