Porostimur.com, Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Amir-Abdollahian mengungkapkan potensi sejumlah kelompok yang secara kolektif mendukung Iran akan terlibat dalam pertempuran di Israel dan Gaza. Mereka akan bergerak bersama membantu Hamas.
“Dalam beberapa jam mendatang, kita memperkirakan akan ada tindakan pencegahan dari kelompok perlawanan,” kata Abdollahian merujuk pada kelompok-kelompok tersebut dikutip dari Aljazirah.
Istilah kelompok perlawanan telah digunakan selama bertahun-tahun. Penyebutan itu mengacu pada kelompok-kelompok yang merupakan bagian dari kubu pro-Iran di Timur Tengah yang disebut sebagai gerakan menentang kekuatan Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya di wilayah tersebut.
Mayoritas kelompok tersebut menganut Islam Syiah dan memandang kepemimpinan agama Iran yang dipimpin oleh Ayatollah Ali Khamenei sebagai panduan utama kelompok-kelompok tersebut. Organisasi yang paling terkenal dan paling kuat adalah Hizbullah Lebanon. Dipimpin oleh Hassan Nasrallah, kelompok ini telah terlibat dalam pertempuran antara Israel dan Hamas, namun saat ini dalam kapasitas yang terbatas.
Ada juga milisi pro-Iran di Suriah dan Irak, serta pemberontak Houthi di Yaman. Hamas meskipun merupakan kelompok mayoritas Sunni juga dikaitkan dengan perlawanan karena hubungannya dengan Iran. Namun kelompok tersebut juga memiliki hubungan persahabatan dengan Qatar dan Turki, sehingga memberikan posisi yang lebih independen.









