Kemiskinan dalam Kekayaan

oleh -71 views

Keinginan akan terus membuat kita menjadi makhluk yang tak pernah merasa puas berambisi, penuh kegelisahan, dan hidup menjadi tidak tenang, bahkan tanpa sadar melupakan Allah SWT. Keinginan yang belum atau tidak tercapai akan menekan batin kita, ujungnya stres berat, jalan pintas lalu menjadi pilihan. Mencuri, menipu, merampok, membunuh, korupsi, dan lain sebagainya.

Orang-orang yang terus melayani nafsunya, meskipun hidup dalam gelimang kemewahan dan kekayaan, sejatinya mereka tidak selalu merasakan bahagia. Mereka yang masih tetap merasa kekurangan adalah orang-orang yang kaya dalam kemiskinan, karena tidak pernah merasa cukup dan puas dengan apa yang mereka miliki.

Maka, berlindunglah kepada Allah SWT dari semua itu, mari sapa hati kita, batasilah keinginan kita, bersyukurlah dengan apa yang kita miliki sekarang ini, niscaya kita akan menjadi orang yang bijak dalam menggunakan rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Cobalah menerapkan hidup sederhana dan selalu merasa cukup (kanaah), jangan berlebih-lebihan, sebab Allah SWT tidak suka orang yang berlebih-lebihan.

Baca Juga  Beruang di Istana

Kekayaan bukanlah banyaknya harta, bukan kemewahan, atau menumpuknya uang. Tapi kekayaan itu terletak di dalam hati yang selalu dirawat dan dijaga. Seseorang yang berusaha ikhlas dan merasa cukup atas apa yang dimilikinya, maka sesungguhnya dialah orang yang kaya walaupun ia hidup dalam kesederhanaan dan keterbatasan.