Targetkan Pendapatan Rp.4 Miliar dari Sampah, DPRD Kota Ambon: Harus Ada Inovasi dan Edukasi

oleh -136 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan sampah di Kota Ambon mencapai Rp.4 miliar pada tahun ini.

Target Rp.4 miliar tersebut ditarik dari enam retribusi jasa umum antara lain sampah luar biasa, sampah bangunan, sampah pasar, sampah rumah tinggal/tangga, sampah kadaluarsa (TPA) dan sampah sisa bangunan (TPA).

Hal ini diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally kepada wartawan usai menghadiri rapat bersama DLHP Kota Ambon di Kantor DPRD Kota Ambon, Rabu (3/2/2021).

Menyikapi hal ini, Wally meminta pihak DLHP harus melakukan inovasi atau edukasi kepada masyarakat dalam perolehan PAD, karena menurutnya DLHP Kota Ambon merupakan ujung tombak dalam pengumpulan PAD di Kota Ambon, apalagi dalam masa pandemi seperti sekarang ini.

Link Banner

“Setelah tadi Komisi 3 melakukan rapat bersama DLHP, Informasi yang disampaikan Ibu Kadis di 2021 itu ditargetkan sebesar hampir Rp 4 miliar dan kami pun menginginkan ada hal yang realistis yang disampaikan dari satu miliar (pagu 2020) naik sampai mendekati 300% yaitu Rp 4 miliar. Ini harus ada inovasi yang terbaru atau edukasi kepada masyarakat dalam perolehan PAD, karena pada pagu 2020 yang ditargetkan sebesar Rp 1 miliar 13 juta ternyata hanya terealisasi sebanyak Rp 882 juta”, bebernya.

Baca Juga  Mengenal Umat Kristen Palestina

Menurut Wally, dari data yang diberikan DLHP, salah satu retribusi jasa umum yang targetnya paling besar pada tahun 2021 adalah sampah rumah tangga yakni sebesar Rp 3,1 miliar dan menurut kepala DLHP ke depannya akan ada kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dengan para usaha TV Kabel dan Indihome untuk melakukan pemungutan retribusi sampah di masyarakat. Namun dari hasil itu belum ada deal atau MOU antara kedua pihak tersebut.

“Harapan kita, ini harus realistis dan betul-betul MOU bisa diterapkan untuk pemenuhan target PAD pada 2021 sebanyak kurang lebih Rp 4 miliar tadi”, katanya.

Selain itu, Wally juga mwnyinggung terkait dengan masalah distribusi sampah pasar yang dinilainya tidak masuk akal.

Baca Juga  Resmi Diperkenalkan Madrid, Pemain Muda Brasil Menangis

“Sampah pasar hanya ditargetkan kurang lebih Rp 34 juta. Ini kan tidak masuk akal, sampah yang begitu banyak tapi ternyata hasil untuk retribusi daerah sangat kecil dan pertanyaan ini harus mendapat respon serius oleh semua pihak. Kita harus terbuka terhadap hal begini, sehingga pemerintah daerah bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau seandainya Dinas tidak bisa melakukan pemungutan yang lebih efisien untuk retribusi sampah pasar, ya diberikan saja buat pihak ketiga. Biar kita kontrak berapa yang harus mereka berikan, bukan seperti ini yang 1 tahun masa cuma ditargetkan Rp 34 juta ini kan tidak masuk akal”, ujarnya.

Yusuf menambahkan bahwa pemerintah Kota Ambon tidak bisa terus-menerus berharap kepada bantuan pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Baca Juga  Lapas Ambon Gelar Pertemuan Pembentukan Gudep Pramuka

“Tahun 2021, DAU juga dipotong oleh pemerintah pusat sehingga yang terjadi jangan sampai pemerintah kota menumpuk hutangnya, sampai hari ini pihak ketiga belum terbayar ataupun pemangkasan hak-hak pekerja di Dinas Lingkungan Hidup salah satunya, seperti uang rangsangan bagi sopir mobil sampah dipotong, kemudian uang insentif bagi buruh-buruh sampah dipotong atau dipangkas yang sampai hari ini tidak mereka dapatkan hak-hak mereka”, tutup Wally. (alena)