Kenakan Kebaya Dansa dan Mustiza Maluku Tengah di HUT ke-81 RI, Bahlil: Warisan Budaya Anak Timur

oleh -32 Dilihat
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tampil mengenakan Kebaya Dansa, busana adat Maluku yang dipadukan dengan Baniang Putih. Sementara istrinya, Sri Suparni Bahlil, mengenakan Baju Mustiza, busana perempuan Maluku yang lekat dengan tradisi Masuk Minta Nona.

Kedua busana tersebut juga dilengkapi Canela, selop khas Maluku yang menjadi bagian dari kelengkapan busana adat dan menyertai langkah menuju kehidupan baru.

Yang tak kalah penting, terdapat motif pala yang menghiasi busana tersebut. Motif ini menjadi penghormatan kepada Kepulauan Banda, Maluku Tengah, tanah yang sejak berabad-abad lalu dikenal sebagai salah satu pusat pala dunia.

Pala bukan sekadar komoditas dalam sejarah Maluku. Rempah tersebut pernah membawa nama Maluku mengarungi samudra dan menjadi bagian penting dari sejarah perdagangan dunia.

Kini, motif pala yang hadir pada busana adat itu menjadi simbol ingatan terhadap tanah kelahiran, sejarah yang membentuk identitas Maluku, sekaligus warisan yang terus dibawa menuju masa depan.

Busana Adat Warnai Upacara HUT ke-81 RI di Kementerian ESDM

Bahlil memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti seluruh pegawai Kementerian ESDM. Para peserta mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Baca Juga  LaLiga 2026/2027 Baru Dibuka, Kontroversi Wasit Langsung Bermunculan

Keragaman busana tersebut menjadi gambaran nyata semangat Bhinneka Tunggal Ika, sekaligus simbol persatuan seluruh insan Kementerian ESDM dalam menjalankan tugas pembangunan nasional.

Dalam momentum tersebut, Bahlil menekankan pentingnya memperkuat kemandirian energi nasional. Upaya itu, menurutnya, perlu dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai potensi yang tersedia di dalam negeri.

No More Posts Available.

No more pages to load.