Kenapa Demo Dukung Gaza di Kampus AS Cepat Meluas Bak Tsunami?

oleh -277 views

Universitas Columbia, lanjut Wasow, serupa dengan seseorang yang berada di barisan depan sebuah auditorium.

Dengan demikian, protes pro-Palestina di sana menarik perhatian lebih luas dibandingkan di tempat lain.

Selain itu, Universitas Columbia juga merupakan rumah bagi sejumlah besar mahasiswa Yahudi, banyak yang merasa takut terhadap serangan anti semit dari pengunjuk rasa.

Ekspresi ketakutan ini memicu lebih banyak liputan media dan pengawasan politik.

Pada 18 April, polisi menangkap lebih dari 100 pedemo di Universitas Columbia karena dianggap melanggar aturan. Aturan yang dimaksud adalah tak membongkar tenda meski ada perintah.

Penangkapan di Universitas Columbia lalu memicu demonstrasi di kampus lain.

“Konflik di sana kemudian berkontribusi ke kaskade besar ini, kampus-kampus lain ikut bergabung, dan media lain di seluruh negeri dan di seluruh dunia juga menaruh perhatian,” kata Wasow.

Para pengamat meyakini demo tak akan menjadi perhatian jika tanpa penangkapan.

Baca Juga  Buka Raker HMI Ambon, Bodewin Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Kritis dan Solutif Bangun Kota

Selain itu, Universitas Columbia merupakan tempat yang paling memungkinkan untuk memulai “tepuk tangan” karena konteks politik.

Sebelum aksi, Kongres menggelar rapat dengar pendapat dari sejumlah pemimpin kampus termasuk Universitas Columbia.

No More Posts Available.

No more pages to load.