“Dari kebijakan itu, Benteng Victoria mulai mendapat perhatian untuk proteksinya. Di tahun 2018, Kodam XVI Pattimura yang selama ini menempati Benteng Victoria, bersama Pemkot Ambon bersepakat untuk mengembalikannya ke Pemerintah kota untuk menjadi cagar budaya nasional,” terangnya.
Dari kesepakatan itu, kemudian Pemkot Ambon dan DPRD Kota Ambon melakukan pendekatan dengan berbagai pihak terutama Pemerintah Provinsi Maluku, DPRD Maluku, dan mendapat dukungan penuh. “Dari dukungan itu, kami mulai melakukan pendekatan dengan petinggi-petinggi negara yang mempunyai kaitan dengan penanganan dan pengelolaan benteng ini. Karena masih ditempati TNI, maka kita harus mendapat dukungan pertama dari Kepala Staff Angkatan Darat (KASAD). Beliau memberikan dukungan yang luar biasa dan minta dipercepat,” terangnya.
Selain itu sebelumnya Pemkot dan tim telah menemui Komisi I dan III DPR RI, Kepala Bappenas, Dirjen Kebudayaan, Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan yang terakhir dengan Kepala Staff Kepresidenan. “Pak Moeldoko akan mengundang kementerian yang ada substansinya dengan revitalisasi ini,” jelasnya.
Hadir dalam pertemuan tersebut, bersama Walikota Ambon; Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono; Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Morits Tamaela; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Rustam Hayat; Sekretaris Bappeda Litbang Kota Ambon, Feberien Maail; Kepala Dinas PU-PR Kota Ambon, Enrico Matitaputty; Kabid Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon, Selly Kalahatu; Wakil Asren Kodam XVI/Pattimura, Letkol Inf. Willem George Lewaherilla. Sedangkan Kepala Pusat Arkeologi Nasional didampingi kepala Bidang Fasilitasi riset, Marlon Ririmasse; Peneliti Utama, Sony dan Konservasi, Agus. (red/agi)




