Kerajaan Ternate: Sejarah, Letak, dan Peninggalan

oleh -45 Dilihat
DCIM104GOPRO

Pada pertengahan abad ke-15, kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku makin ramai. Banyak pedagang Jawa, Melayu, Arab, dan China datang ke Maluku untuk membeli rempah-rempah.

Hubungan pedagang-pedagang di Maluku dan pedagang-pedagang Jawa makin akrab. Hal ini yang kemudian memudahkan proses penyebaran agama Islam ke kesultanan Ternate dan Tidore.

Pada awalnya, kesultanan yang dulunya bernama Kerajaan Gapi ini belum bercorak Islam. Agama Islam mulai menyebar pada abad ke-14, keluarga kerajaan baru memeluk Islam pada masa pemerintahan Raja Kolano Marhum (1432-1486 M).

Saat Kolano Mahrum berkuasa, datang seorang dari Jawa bernama Maulana Husein yang mengajarkan membaca Al Quran dan menulis huruf Arab. Hal ini yang membuat raja, keluarga kerajaan, dan masyarakat Ternate tertarik untuk memeluk Islam.

Kolano Marhum menjadi Raja Ternate pertama yang memeluk Islam. Putranya yakni Zainal Abidin yang berkuasa pada 1486-1500 M mulai memberlakukan hukum-hukum Islam. Setelah bertransformasi menjadi kesultanan Islam, gelar kolano atau raja kemudian diganti menjadi sultan.

Baca Juga  Inggris Hancurkan Kroasia 7-0, Spanyol Tundukkan Ceko di Nations League

Kerajaan Ternate mulai mengalami kemunduran setelah Sultan Baabullah wafat pada 1583 M. Tak lama kemudian, Spanyol melakukan serangan dan berhasil merebut Benteng Gamulamu pada 1606 M.