Ketahuan Mabuk, 12 Siswa SMP di Kabupaten Buru Disanksi Setahun tak Boleh Sekolah

oleh -92 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Sebanyak 12 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buru, Maluku, terpaksa dirumahkan oleh pihak sekolah selama satu tahun. Para siswa ini diskor akibat sering mengkonsumsi miras di jam sekolah.

Siswa juga diduga sering melakukan tindakan pengusiran terhadap guru yang hendak mengisi mata pelajaran usai menenggak minuman saat jam istirahat.
Ke duabelas siswa tersebut dikembalikan oleh pihak sekolah ke orang tua siswa sebagai bentuk pemberian sanksi efek jera.

Namun pemberian sanksi ini dinilai berlebihan oleh banyak pihak, sanksi dirumahkannya para siswa adalah selama satu tahun. Padahal seharusnya, siswa bisa mengikuti ulangan semeter karena sedang bertepatan dengan waktu ulangan umum.
Tindakan pemberian sanksi terhadap 12 siswa smp ini turut dibenarkan oleh la endo buton selakukepala sekolat smp negeri 2 buru yang merupakan sekolah bersangkutan

Baca Juga  Ekspor Maluku Turun 93,50 Persen Pada November 2019

“Iya, kami dari pihak sekolah memang telah memberikan sanksi terhadap para siswa yang melakukan pelanggaran, tapi bukan skorsing, hanya pengembalian siswa kepada orang tua masing masing, ini di lakukan sebagai pmberian efek jera agar nantinya siswa tidak lagi melakukan hal yang sama dikemudian hari, berfariasi, ada yang satu bulan, satu tahun, dan pemecatan bagi siswa yang menjadi dalang atau mengajak siswa lain terlibat dalam tindakan buruk ini” jelas la endo.

Dari keterangan kepala sekolah, pihak sekolah tidak menskorsing ke 12 siswa, sekolah hanya memberikan sanksi untuk membuat efek jera bagi siswa. Pihak sekolah mengaku akan menerima kembali para siswa bersangkutan apabila mereka bisa memperbaiki sifat buruk sebelumnya.

Baca Juga  Rhoma Irama Rilis Lagu Baru, 'Virus Corona' Simak Liriknya yang Menyentuh

Sementara dari pihak dinas pendidikan setempat yang diwakili oleh friska umaternate , selaku kabid smp diknaskabupaten buru, akan melakukan pendalaman kasus ini. Dinas mengaku pemberian saksi dirumahkannya siswa dan tidak boleh mengikuti proses belajar selama satu tahun tidak pernah ada dan di benarkan dalam dunia pendidikan .

“Kami akan mendalami masalah ini, jika memang terbukti adanya sanksi yang disebutkan, maka kami akan juga melihat masalah sebenarnya seperti apa, jika memang siswa terbukti melakukan tindakan tidak terpuji, maka kami akan memberikan sanksi yang sesuai pada siswa, yang jelas, pemberian sanksi skorsing bahkan hingga satu tahun, tidak pernah ada dalam aturan dilembaga pendidikan, ” tandas Fika

Sedangkan dari pihak orang tua siswa yang diwakili saim ternate menilai pemberin sanksi tersebut terlalu berlebihan dan tidak bisa melahirkan solusi. Orang tua murit mengarapkan agar pihak sekolah tetap memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengikuti proses belajar dan ulangan sambil melakukan pembinaan terhadap para siswa tersebut.

Baca Juga  MRS Festival, giliran SMAN 5 Ambon disasar Polda Maluku

“Kami keberatan, masak karena hal ini saja anak kami di rumahkan dan tidak boleh sekolah sampe satu tahun, padahal sekarang ada ujian, la kalo seng ikut ujian , anak anak ini mau dapat nilai dari man. Bagi katong orang tua ini bukan solusi. Kami mau anak anak ini tetep di biarkan sekolah, sambil nanti terus di berikan pembinaan, itu yang kami mau,” tegas Saim Ternate. (ima)