Ketika Kritik Dicap “Londo Ireng”: Siapa Sebenarnya yang Sedang Mengkhianati Republik?

oleh -48 Dilihat

Sebab sejarah memiliki ingatan yang jauh lebih panjang daripada pidato.

Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah pola yang mulai tampak.

Setiap kali ekonomi melambat, setiap kali muncul kritik terhadap program pemerintah, setiap kali muncul persoalan tata kelola negara, selalu ada kecenderungan menghadirkan kambing hitam.

Kadang disebut elite tertentu.

Kadang oligarki.

Kadang asing.

Kini wartawan, pengamat, dan LSM.

Padahal persoalan sesungguhnya jauh lebih konkret: pertumbuhan ekonomi yang belum memenuhi harapan, daya beli masyarakat yang melemah, lapangan kerja yang belum cukup tersedia, hingga berbagai persoalan pelayanan publik yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Semua itu tidak akan selesai hanya dengan menciptakan musuh bersama.

Baca Juga  Trump Beri Uang Tunai Rp789 Juta kepada Stafnya, Malah Bisa Berujung Pemakzulan

Rakyat tidak membutuhkan pidato yang mencari siapa yang salah.

Rakyat membutuhkan pemerintah yang menunjukkan bagaimana persoalan diselesaikan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) meminta Presiden meminta maaf. Permintaan itu bukan semata-mata untuk membela profesi wartawan.

Permintaan maaf penting sebagai penegasan bahwa negara tidak sedang memusuhi kebebasan pers.

Pers bukan lawan pemerintah.

Pers adalah salah satu pagar republik.

Mereka mungkin keras.

Kadang menyakitkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.