Ketika Kritik Dijawab dengan Label “Londo Ireng”

oleh -16 Dilihat

Jika Koperasi Desa Merah Putih dikritik, jangan buru-buru menuduh pengkritiknya tidak nasionalis. Tunjukkan bahwa koperasi itu benar-benar menghidupkan ekonomi desa, bukan sekadar menghidupkan proyek, jabatan, dan vendor tertentu.

Jika rakyat mengeluhkan daya beli yang jatuh, jangan jawab dengan angka-angka indah dari podium. Datanglah ke pasar. Tanyakan kepada pedagang mengapa pembeli semakin sepi. Tanyakan kepada buruh mengapa gajinya habis sebelum akhir bulan. Tanyakan kepada orang tua mengapa biaya sekolah anak terasa semakin berat.

Jika pengangguran meningkat, jangan sibuk menciptakan istilah baru untuk menenangkan keadaan. Ciptakan pekerjaan.

Jika guru masih hidup dengan penghasilan yang tidak layak, jangan hanya menyebut mereka pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab terlalu sering negara memuji guru dengan kata-kata, tetapi membayar pengabdiannya dengan angka yang nyaris seperti penghinaan.

Jika harga sembako mahal, rakyat tidak memerlukan ceramah tentang kesabaran. Mereka memerlukan kebijakan pangan yang benar, distribusi yang adil, pengawasan terhadap permainan harga, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat kecil.

Baca Juga  Tegaskan Aspirasi Reses Tak Boleh Berhenti di Catatan, Rovik Siap Kawal hingga Jadi Program

Dan jika masih ada anak-anak sekolah yang setiap hari mempertaruhkan nyawa menyeberangi jembatan gantung yang rapuh, maka jangan bicara terlalu tinggi tentang Indonesia Emas.

No More Posts Available.

No more pages to load.