Kesimpulan
Pada akhirnya, pertanyaan yang muncul bukan hanya soal siapa yang lebih kuat, tetapi apakah eskalasi, sekali dimulai, masih dapat dikendalikan.
Di Selat Hormuz, di mana kekuatan militer bertemu dengan kepentingan ekonomi global, risiko terbesar bukan sekadar kekalahan militer, melainkan kegagalan mengendalikan konsekuensi.
Dan dalam ruang sempit yang sarat kepentingan ini, bahkan superpower dapat berubah posisi—dari pengendali strategi menjadi aktor yang terjebak dalam “perangkap” yang ia masuki sendiri.
Ciganjur, 31 Maret 2026










