Porostimur.com, Jakarta – Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengajak insan pers untuk lebih banyak menyampaikan suara rakyat dan meningkatkan kepekaan terhadap nasib masyarakat kecil, meskipun industri pers saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi dan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurut Komaruddin, persoalan keberlangsungan ekonomi media memang menjadi tantangan serius. Namun, di tengah kondisi tersebut, media tetap harus memberi perhatian lebih besar pada kelompok masyarakat yang terpinggirkan.
“Sekarang ini kan problem pers kan untuk survive ekonomi, karena nyata di mana-mana terjadi PHK, itu agenda yang dirasakan oleh pers, tetapi cobalah, sempatkanlah, kepedulian pada nasib-nasib rakyat yang terpinggirkan itu harus sering, lebih banyak disuarakan,” kata Komaruddin, Sabtu (7/2/2026).
“Jadi ini alarm ya,” sambungnya.
Soroti Kemiskinan Struktural
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul sorotan publik terhadap kasus bunuh diri seorang siswa sekolah dasar di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga tidak mampu membeli alat tulis.
Komaruddin menilai peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya peran media dalam mengangkat persoalan kemiskinan struktural agar mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.









